Tahanan Rumah Tidak diterima Hakim, Ratna: Saya Kan Telah Berusia

kabarpentang– Terdakwa masalah berita bohong, Ratna Sarumpaet, mengakui sedih sebab majelis hakim tidak menyetujui penangguhan penahanan pada dianya. Walau sebenarnya, ibunda dari aktris Atiqah Hasiholan ini mengakui dianya telah tua serta sering sakit.

“Saya kan telah ada usia. Saya terasa butuh (jadi tahanan kota). Dua bulan pertama (ditahan) saya sakit. Sakit yang kronis,” kata Ratna selesai sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.

Ratna mengakui kesal kenapa hakim tidak memberikannya penangguhan. Ia juga mengkritik, apa penangguhan cuma buat mereka yang didiagnosis sakit kronis baru bisa ditangguhkan.

“Ya waktu saya harus dalam kondisi kronis baru ditangguhkan? Orang ditahan itu sebab takut menghilangkan tanda bukti, waktu saya ingin kabur, kabur ke manakah orang semua dipegang. KTP di polisi, semua dipegang, jadi ingin kabur ke manakah?” tutur Ratna.

Meskipun begitu, Ratna mengakui pasrah dengan ketetapan hakim. Ia mengharap Tuhan bisa memberikan nikmat sehat saat proses hukumnya.

“Saya kan minta lantas tidak diterima. Ya apakah bisa buat, semoga Tuhan kasih kesehatan,” berharap Ratna.

Tidak diterima Hakim

Terdakwa Ratna Sarumpaet melakukan persidangan kelanjutan berkaitan masalah penyebaran berita bohong alias hoax dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi.

Selesai team kuasa hukum Ratna membacakan eksepsi, majelis hakim mengatakan belumlah bisa menyetujui permintaan penangguhan penahanan.

“Majelis hakim sampai sekarang ini belumlah bisa menyetujui itu,” papar Ketua Majelis Hakim Joni waktu persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut hakim, pihaknya belumlah temukan terdapatnya fakta yang menekan untuk menyetujui penangguhan penahanan Ratna.

“Sebab menurut majelis belumlah ada fakta yang penting untuk penangguhan penahanan serta di persidangan terdakwa dikatakan sehat,” jelas ia.

Sidang kelanjutan akan diselenggarakan minggu kedepan dengan agenda pembacaan respon jaksa atas eksepsi alias replik.

“Untuk sidang selanjutnya diputuskan hari Selasa tanggal 12 Maret 2019,” kata Joni.

Acungkan Dua Jari

Selesai persidangan, Ratna Sarumpaet kembali mengacungkan salam dengan kode pasangan calon presiden calon wakil presiden nomer 02.

Didapati, acungan jari Ratan dengan pose itu pun dikerjakan pada sidang perdananya minggu lantas, 28 Februari 2019. Waktu itu Ratna mengacungkan sekitar 2x, saat diawali serta berakhirnya sidang.

Dibaca Juga : Andi Arief Diamankan Polisi, Mahfud Md: Janganlah Main-Main, Narkoba Mengakibatkan kerusakan Akal

Dalam masalah ini, Ratna didakwa pidana masalah berita bohong pada beberapa orang yang bisa memunculkan keresahan di kelompok penduduk yang dipandang sudah memunculkan pro serta kontra.

Jaksa mendakwa Ratna dengan dua tuduhan, pertama Masalah 14 ayat (1) UU Nomer 1 Tahun 1946 mengenai Ketentuan Hukum Pidana atau tuduhan, atau ke-2 Masalah 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 mengenai Pergantian atas UU No 11 Tahun 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik.

Sumber : Liputan6

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*