Seperti di Gunung Lawu, Ini 5 Rahasia di Balik Munculnya Awan UFO

kabarpentang– Jagat sosial media Tanah Air tengah di gemparkan oleh viralnya berita mengenai munculnya awan berupa piring terbang (UFO) diatas Gunung Lawu.

Awan berwarna oranye-putih tampak melingkar diatas gunung, dengan bentuk bulat yang selintas serupa angin puting beliung.

Masyarakat seputar Gunung Lawu membetulkan jika munculnya awan UFO itu berlangsung pada Jumat 8 Maret, seputar jam 17.30 WIB.

Akan tetapi, bila dilihat dengan ilmiah, munculnya awan UFO tidak lebih dari kejadian alam yang sering berlangsung pada keadaan spesifik.

Otoritas Kelautan serta Atmosfer Nasional (NOAA), instansi riset laut serta hawa punya pemerintah AS, proses pembentukan serta disipasi awan sejenis lentikular ini berjalan terus-terusan di dekat puncak gelombang atmosfer.

Berikut kenapa awan UFO terlihat masih diam, sebab faktanya tetap ada gerakan angin yang stabil lewat awan-awan ini.

Lebih dari itu, awan UFO masih tetap menaruh banyak rahasia lainnya yang membuatnya unik, seperti lima contoh tersebut.

1. Asal Muasal Nama Lentikular

Awan lentikular memperoleh namanya dari bukti jika mereka berupa seperti lensa atau piring. Berikut penyebabnya kenapa mereka pun terkadang dimaksud “awan piring terbang” serta terkadang salah dipandang menjadi UFO.

Beberapa nama panggilan lainnya untuk awan lentikular termasuk juga “kapal awan”, “awan surga” serta “lennies.” Mereka pun mempunyai nama ilmiah yang elegan, yaitu Altocumulus lenticularis.

2. Bahaya buat Pesawat Terbang

Pilot yang menerbangkan pesawat bertenaga jet, condong hindari terbang di dekat awan lentikular.

Faktanya ialah awan ini mengingatkan pilot mengenai kehadiran gelombang gunung yang susah dideteksi, dimana beresiko menyebabkan turbulensi kronis pada skema rotor pesawat.

3. Tidak Cuma Tampil di Pegunungan

Sesaat awan-awan lintekular sejumlah besar tampak di dataran pegunungan, ada banyak peristiwa langka, dimana mereka tampil di lokasi bertanah datar atau rendah.

Akan tetapi, menurut beberapa pakar meteorologi, di beberapa daerah semacam itu (yang bertanah datar), pembentukan awan UFO bukan dari hasil gelombang atmosfer, tetapi dari kecepatan angin yang berfluktuasi.

4. Seringkali Dihubungkan dengan Munculnya UFO

Lama, banyak budaya mempunyai narasi semasing mengenai penampakan makhluk asing yang terkait dengan kejadian awan lentikular.

Salah satunya lokasi yang seringkali menyebabkan keterikatan ini ialah Gunung Rainer di negara sisi Washington, AS, dimana semenjak 1896 sering dilaporkan berlangsung penampakan kendaraan terbang makhluk asing waktu awan lentikular tampak.

Dibaca Juga : Adam Smith Melaunching Dasar Ekonomi Sangat Punya pengaruh di Dunia

Sampai 2010, berdasarkan catatan Live Science, ada hampir 200 kesaksian mengenai UFO waktu awan lentikular tampil di seputar Gunung Rainier, dimana menurut ilmuwan, memang topografi serta keadaan udaranya begitu sangat mungkin berlangsungnya kejadian itu dalam frekwensi tinggi.

5. Tidak Membawa Curah Hujan

Awan lentkular tercipta saat saluran hawa yang mengalir diatas gunung konstan serta lembab. Saat mengalir ke atas serta mendingin, kelembapan di hawa mengembun untuk membuat awan di puncak gelombang berdiri.

Awan lentikular seringkali membuat takut beberapa orang sebab nampaknya melayang-layang di dalam, seakan seperti tengah membawa badai, walau sebenarnya benar-benar tidak ada curah hujan yang diangkut, sebab saluran anginnya konstan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*