Menlu Retno Marsudi Datangi Kamp Pengungsi Palestina di Amman Yordania

kabarpentang– “Jangan sampai menyerah, jagalah semangat mu serta InsyaAllah semua semakin lebih baik di waktu hadir,” demikian dikatakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi waktu berjumpa beberapa siswa di sekolah kamp pengungsi Palestina, New Amman Camp, di Amman Yordania.

Kunjungan Menlu RI ke kamp pengungsi Palestina di Amman, adalah sisi dari pekerjaan yang pentingnya mempunyai tujuan untuk memberikan suport pada rakyat Palestina. Suport yang disebut terutamanya dalam perjuangannya bangun bangsa Palestina.

Menlu Retno Marsudi didampingi oleh Komisoner Jenderal UNRWA berjumpa dengan beberapa siswa dari Sekolah New Amman Camp. Dalam peluang itu, Menlu RI lakukan dialog serta memberikan semangat pada beberapa siswa yang terhimpun dalam parlemen sekolah. Parlemen sekolah dibuat menjadi usaha untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, serta potensi sosial beberapa siswa lewat peranan aktif mereka dalam tata laksana persekolahan.

Sekolah yang didatangi Menlu RI adalah satu diantara 171 sekolah yang dibangun di beberapa kamp pengungsi Palestina di Yordania untuk penuhi keperluan seputar 121 ribu pelajar. Dengan suport beberapa negara teman dekat, termasuk juga Indonesia, UNRWA pun sudah menyiapkan diantaranya 25 pusat kesehatan, 10 pusat rehabilitasi berbasiskan penduduk, serta 14 pusat program wanita untuk menampung keperluan basic beberapa pengungsi.

Di kamp pengungsi itu sekarang ini ada lebih dari 78 ribu orang pengungsi Palestina. New Amman Camp adalah satu diantara 10 kamp yang menyebar di Yordania, dimana seputar 370 ribu orang pengungsi Palestina lama tinggal.

Dengan keseluruhan, ada lebih dari 2 juta pengungsi Palestina yang ada di lokasi Yordania.

Sejumlah besar mengungsi saat Nakba, yakni eksodus sekitat 700,000 masyarakat Palestina sesudah meletusnya Perang Arab-Israel di tahun 1948. Kunjungan Menlu Retno Marsudi di New Camp Amman Camp disudahi dengan berkunjung ke rumah salah satunya pengungsi Palestina, yang telah sekian tahun ada di kamp itu.

Prinsip Pemerintah RI

Dalam interaksinya dengan beberapa pengungsi, Menlu Retno mengemukakan kembali berkaitan prinsip Pemerintah serta penduduk Indonesia untuk selalu memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk juga kemerdekaan. Kunjungan ke kamp pengungsi Palestina tutup serangkaian pekerjaan Menlu RI di Amman, yang sudah mengemukakan beberapa pertolongan Indonesia ke penduduk Palestina, baik beberapa pengungsi di Yordania ataupun penduduk di Gaza.

Dibaca Juga : 5 Tahun Misteri MH370, Langit Aceh sampai Rimba Belantara Kamboja

Sebelum kunjungan ke kamp Pengungsi Palestina, Menlu RI sudah buka “Kursus Internasional buat beberapa Pelatih tentang Rencana Usaha buat golongan Wanita di Tempat Pengungsian” (International Training of Trainers on Business Rencana for Women in Refugees Camps).

Menlu RI pun melihat penandatangan penandatangan LOI ( Letter of Intent ) oleh Sekjen Kemlu mewakili Indonesia serta Assisten Menlu untuk masalah Asia, Afrika serta Australia dari Kemlu Palestina, tentang pemberian pertolongan kemanusiaan untuk Palestina berkaitan penyediaan desalinasi air serta obat obatan dan perlengkapan kesehatan.

Menlu RI pun sudah di tandatangani MoU dengan Komisioner Jenderal UNWRA, tentang distribusi peran kemanusiaan Indonesia buat pengungsi Palestina ex-Gazan di Jerash Camp Yordania, sebesar 1 juta dollar Amerika.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*