Mahatma Gandhi Mengawali Pawai Garam Menjadi Memprotes Pada Kolonial Inggris

kabarpentang – Ini hari, pas 89 tahun kemarin, Mahatma Gandhi pergi dari ashramnya–julukan buat semacam padepokan agama–di Sabermanti dekat Ahmedabad, dengan ditemani oleh beberapa puluh pengikut dalam perjalanan seputar 240 mil (seputar 386 km.) ke Kota Dandi di pesisir Laut Arab.

Disana, Gandhi serta beberapa pendukungnya menentang kebijaksanaan kolonial Inggris mengenai produksi garam dari air laut pesisir India.

Selama jalan, Gandhi bicara pada hampir tiap-tiap masyarakat yang ditemuinya, serta makin hari makin beberapa orang tertarik masuk dalam tindakan berjuluk “Pawai Garam” itu.

Waktu datang di Dandi pada 5 April di tahun yang sama, Mahatma Gandhi sudah mengumpulkan beberapa puluh ribu massa. Ia bicara serta pimpin doa sampai malam, lantas bersambung pada esok paginya dengan berjalan ke laut untuk memanen garam.

Menjadi info, kolonial Inggris saat itu melarang masyarakat lokal India untuk berladang garam sebab nilainya yang tinggi.

Tidak perduli akan larangan itu, Gandhi selalu berjalan mengarah ladang garam serta mulai memanen. Beberapa polisi berupaya mencegahnya dengan membenamkan kristalisasi air laut ke lumpur.

Akan tetapi, Gandhi mengulurkan tangan serta ambil sebongkah kecil garam alami dari lumpur. Waktu itu pun, hukum kolonial Inggris sudah ditentang oleh orang lokal.

Di Dandi, beberapa ribu yang lain ikuti jejaknya, serta di kota-kota pesisir Bombay (saat ini dimaksud Mumbai) serta Karachi, nasionalis India pimpin kerumunan masyarakat membuat garam.

Selekasnya sesudahnya, tindakan sama menebar secara cepat di India, yang menyertakan juta-an orang. Menjadi mengakibatkan, otoritas kolonial Inggris tangkap lebih dari 60.000 orang, termasuk juga Mahatma Gandhi.

Walau demikian, pergerakan satyagraha masih bersambung. Pada 21 Mei, penyair Sarojini Naidu pimpin 2.500 demonstran di Ladang Garam Dharasana, seputar 150 mil (241 km.) di utara Mumbai.

Beberapa ratus polisi India yang di pimpin Inggris menjumpai mereka serta dengan kejam memukul demonstran yang tengah menjalankan tindakan damai.

Insiden itu, yang direkam oleh jurnalis Amerika Webb Miller, menyebabkan kemarahan internasional pada kebijaksanaan Inggris di India

Bermula dari UU Garam yang Diskriminatif

Undang-Undang Garam, yang diresmikan oleh Inggris semenjak 1882, melarang orang India menghimpun atau jual garam, yang disebut bahan inti dalam kebiasaan kuliner mereka.

Mengakibatkan, masyarakat India sangat terpaksa beli mineral penting itu dari penguasa kolonial Inggris, yang bukan sekedar lakukan monopoli atas pembuatan serta penjualan garam, tapi pun membebankan pajak garam yang besar.

Selain itu, sesudah tinggal saat dua dekade di Afrika Selatan, tempat Mahatma Gandhi memperjuangkan hak-hak sipil orang India yang tinggal disana, ia kembali pada negara aslinya pada 1915, Candhi selekasnya mulai berusaha untuk memerdekakan India dari Britania Raya.

Menentang UU Garam, menurut Gandhi, bisa menjadi langkah yang simpel serta cerdas buat beberapa orang India untuk melanggar hukum Inggris tiada kekerasan.

Gandhi mengatakan penolakan pada kebijaksanaan garam Inggris menjadi topik pemersatu untuk kampanye baru “satyagraha,” atau pembangkangan sipil massal.

Dibaca Juga : Konser Solidaritas Ahmad Dhani Gagal Diselenggarakan, Panitia Meminta Maaf

Mengenai Pawai Garam yang berjalan dari Maret sampai April 1930 ialah aksi pembangkangan sipil pertama yang di pimpin oleh Mahatma Gandhi untuk protes pemerintahan Inggris di India.

Selain itu, di tanggal yang sama pada 1947, Presiden Amerika Serikat (AS) mengenalkan doktrin-Truman untuk memerangi komunisme. Lantas pada 1967, Suharto sah terima tampuk pemerintahan Republik Indonesia dari Sukarno.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*