Ini Langkah Kerja Skema Pertahanan Rudal THAAD yang Dikerahkan AS ke Israel

kabarpentang– Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat mengerahkan skema pertahanan hawa serta rudal sangat mutakhir, Terminal High Altitude Ruang Defense atau THAAD, dari pangkalan Fort Bliss di Texas ke Israel.

Skema THAAD datang di Israel pada Selasa 5 Maret 2019, bersama 200 personil US European Command (EUCOM) untuk melakukan latihan militer kombinasi dua negara sekutu itu.

Menurut angkatan bersenjata Israel atau Israel Defense Forces (IDF), arah pengerahan THAAD ialah untuk mengaplikasikan pengerahan (deployment) skema yang kompleks ke semua dunia.

Pertahanan hawa Israel sekarang ini meliputi Iron Dome, yang dibuat untuk menembak jatuh roket jarak pendek.

Ada juga skema Arrow yang dapat mencegat rudal balistik di luar atmosfer Bumi.

Yang ke-3 ialah skema pertahanan misil David’s Sling, yang didesain untuk mencegat rudal balistik taktis, roket jarak menengah sampai jarak jauh, sampai rudal jelajah yang ditembakkan pada jarak pada 40 sampai 300 km.

Pengerahan dikerjakan di dalam meningkatnya ketegangan pada Israel serta Iran sebab serangan bom Israel di Suriah serta komentar menteri luar negeri Iran jika dia tidak dapat tidak pedulikan peluang perseteruan militer pada ke-2 negara.

Militer Amerika menjelaskan ketetapan selekasnya mengerahkan skema THAAD itu ke Israel “untuk tunjukkan prinsip berkepanjangan Amerika pada keamanan regional Israel.”

Terpisah, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, jubir militer Israel menjelaskan, THAAD, yang dapat menembak jatuh rudal jarak jauh serta menengah, akan memberi dukungan skema pertahanan misil Israel.

“Pengerahan itu berbentuk sesaat, serta untuk sekarang ini skema THAAD akan tidak dengan permanen diintegrasikan ke perisai pertahanan Israel,” kata Conricus seperti diambil dari defensenews.com.

Dia memberikan, skema THAAD dipandang seperti salah satunya yang sangat maju dari macamnya dalam dunia.

THAAD akan dikerahkan di Israel selatan, tapi beberapa petinggi menampik untuk menjelaskan dengan spesifik dimana serta untuk berapakah lama skema itu dikerahkan.

THAAD baru dipasang seringkali dalam dunia, di luar AS. Diantaranya di Korea Selatan pada 2017 kemarin. Maksudnya, untuk mencegah serangan dari Korut.

Pada 2017 lantas, pemerintah AS menyepakati penjualan skema THAAD ke Arab Saudi, yang akan melipatgandakan potensi Riyadh untuk menggagalkan serangan roket Iran.

Apakah itu THAAD

Terminal High Altitude Ruang Defense (THAAD), yang awal mulanya bernama Theater High Altitude Ruang Defense, ialah komponen kunci dari skema pertahanan rudal balistik atau Ballistic Missile Defense Sistem (BMDS), yang didesain untuk menjaga tentara AS, pasukan sekutu, pusat populasi, serta infrastruktur gawat dari serangan lawan.

THADD buatan Lockheed Martin dapat mencegat rudal balistik jarak pendek sampai menengah, di ataupun di luar atmosfer.

Skema pertahanan rudal berbasiskan darat ini bisa dipakai dengan cepat, dengan mobilitas tinggi, dengan jangkauan pada rentang 200 km serta ketinggian sampai 150 km.

THAAD ialah skema yang bisa dioperasikan dengan komponen-komponen BMDS yang lain serta bisa terima isyarat dari Aegis, satelit, serta sensor external yang lain, dan kerja dengan skema Patriot/ PAC-3.

Rusia serta China sudah sempat mengatakan kecemasan masalah pengerahan THAAD ke Korsel.

Kecemasan Rusia serta Tiongkok tidak berkaitan dengan skema pencegat misil itu, tetapi pada radarnya.

Dalam model terminal-based, jangkauan radar AN/TPY-2 pada skema THAAD memang cuma 600-900 km, hingga cuma tentang dikit lokasi Tiongkok serta sejumlah kecil lokasi terpencil di Rusia.

Dibaca Juga : Fakta Jokowi Ikhlas Berdesakan Naik KRL Pulang ke Istana Bogor

Akan tetapi demikian, dengan tehnis radar itu bisa dirubah ke model forward-based hingga jangkauannya bisa bertambah sampai 2.000 km.

Jangkauan ini meliputi sejumlah besar lokasi Tiongkok serta beberapa lokasi Timur Jauh Rusia.

Dengan model ini, radar tidak bisa dipakai untuk menangkis misil, tetapi dapat juga berperan menjadi sensor untuk mencari peluncuran misil.

Perihal ini sangat mungkin radar itu untuk kirim data ke AS serta menolong Washington menepis misil balistik antarbenua (ICBM).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*