Berbagai Macam Mitos dan Fakta HIV-AIDS yang Kamu Perlu Tahu (1)

Berbagai Macam Mitos dan Fakta HIV-AIDS yang Kamu Perlu Tahu (1)
Berbagai Macam Mitos dan Fakta HIV-AIDS yang Kamu Perlu Tahu (1)

kabarpentang – Penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acute Immunodeficiency Syndrome atau yang biasa kita ketahui sebagai HIV-AIDS, menjadi penyakit menular yang banyak ditakuti oleh banyak orang sejak dulu. Tak dapat dibendung, banyak sekali stigma dan hoaks atau berita palsu yang pernah kita dengar dan kita percayai hingga saat ini.

Menurut Suksma Ratri, seorang ODHA atau Orang Dengan HIV-AIDS selama 12 tahun, stigma dan hoaks tersebut muncul karena ketidaktahuan dan misinformasi yang masih terus berputar di masyarakat. Sehingga diharuskan ada banyak edukasi dan penyampaian informasi yang benar.

“Kalau saat ini sih (edukasi tentang HIV-AIDS) kalau dibilang rata belum juga. Karena gimanapun juga tidak semua orang punya akses terhadap informasi. Sekalinya ada akses, informasi yang bisa diaksesnya nggak benar,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan.

Apakah kamu sering mendengar banyak mitos-mitosnya? Berikut telah detikHealth rangkum mitos beserta fakta seputar HIV-AIDS yang perlu kamu ketahui:

1.Penggunaan pisau cukur bergantian

Hoaks yang sering kita dengar adalah ketika menggunakan pisau cukur bergantian dengan ODHA, mereka dapat menularkan virus ke kita. Karena pada saat mencukur, kemungkinan besar terjadi luka di kulit dan mengeluarkan darah, sehingga bekas darah tersebut akan tertempel di alat cukur dan akan menularkannya jika digunakan bergantian.

dr Andiyana Esti dari Klinik AngsaMerah Indonesia yang berkecimpung dalam dunia HIV-AIDS menegaskan bahwa virus HIV tidak akan mampu bertahan hidup jika sudah keluar dari host atau tubuh manusia, termasuk darah. Ia baru bisa menyebar kepada orang lain melalui beberapa cara seperti berhubungan seks dan pemakaian bersama jarum suntik yang telah terkontaminasi.

Namun menggunakan pisau cukur secara bergantian tetap tidak disarankan untuk alasan higienitas. Tak hanya pisau cukur, sikat gigi juga tidak disarankan untuk digunakan bergantian karena bisa menyebarkan bakteri.

2. Pakai alat makan bergantian

Karena termasuk penyakit menular, orang akan menganggap HIV-AIDS akan sama cara penularannya seperti penyakit lain. Sehingga, mereka akan percaya bahwa jika menggunakan alat makan bersamaan dengan ODHA akan menyebabkan penularan. Salah besar!

Cairan tubuh seperti keringat atau air liur tidak bisa menularkan virus HIV. Kesempatannya hanya 15 persen dan akan tetap sama walau paparan berkali-kali atau berulang-ulang, menurut dr Esti. Cairan tubuh yang hanya menyebabkan penularan adalah cairan vagina dan cairan semen atau air mani.

Termasuk juga mitos di mana ada ODHA yang sengaja melukai dirinya dengan menggunakan tusuk gigi, lalu meletakkannya kembali ke tempat tusuk gigi yang ada di restoran supaya digunakan oleh orang lain. Kabar ini seolah-seolah semakin menyudutkan ODHA, di mana digambarkan mereka sebagai orang yang usil dan jahat.

3. Jarum yang terinfeksi di kursi bioskop

Mitos lama yang masih dipercaya hingga sekarang, bahwa ada orang yang secara sengaja menancapkan jarum yang telah terinfeksi darah dengan virus HIV di kursi-kursi penonton bioskop. Walau hingga kini belum ditemukan adanya jarum tersebut.

“Susah itu ya, sebentar dia (darahnya) kering. Padahal menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kalau sudah rusak darahnya, itu 99 persen tidak akan menularkan. yang 1 persen mungkin fighter ya,” kata dr Esti.

Sementara menurut dr Sarsanto Wibisono Sarwono, SpOG, Ketua Komite Program Yayasan AIDS Indonesia dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu, penularan melalui jarum suntik akan sulit karena tidak mudah menembus pakaian dan masuk ke dalam pembuluh darah seseorang.

4. Makanan kaleng terinjeksi dengan darah HIV

Pesan lainnya terkait penularan HIV-AIDS yang pernah menyebar yakni melalui media makanan kaleng. Pesan tersebut menyebut untuk berhati-hari dengan makanan atau minuman kalengan yang diimpor dari negara tertentu. Sebab para pekerja positif HIV-AIDS tempat makanan itu dibuat memasukkan darah mereka ke dalam kemasan makanan tersebut.

Atau ada juga mitos yang menyebut ada yang sengaja menginjeksi darah berisi virus HIV ke dalam buah-buahan, misalnya pisang atau jeruk. Kebanyakan hoaks seperti ini menurut dr Esti adalah sebuah propaganda atau memiliki maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjatuhkan impor dari suatu negara.

“Memang ada jenis-jenis pisang tertentu yang dalemnya emang merah ya, tapi kalo disuntikkan darahnya, itu cepet mati. Virusnya cepet mati, kan nggak ada sel darah putihnya di dalam pisang,” kata dr Esti.

5. Melalui ciuman atau bersalaman

Sama seperti penggunaan alat makan bergantian, kontak sosial seperti ciuman baik di pipi maupun bibir serta berpegangan tangan masih menjadi mitos yang membayangi masyarakat akan ODHA. Otomatis menganggap bahwa dengan kontak fisik maka akan tertular sehingga mereka percaya ODHA harus diisolasi.

Sekali lagi, penularan virus HIV hanya melalui cairan tubuh seperti cairan vagina dan cairan semen (air mani). Keringat, air mata atau air liur yang mungkin akan terekspos pada saat kontak sosial memiliki kemungkinan kecil sebagai media penularan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*