5 Tempat di Dunia yang Dipercaya Masih tetap Menaruh Radioaktif

kabarpentang– Menjadi seseorang penjelajah, berkunjung ke tempat wisata di belahan dunia yang belumlah terjamah ialah perihal yang membesarkan hati.

Akan tetapi, jangan pernah salah pilih tempat. Karena, beberapa salah satunya terdapat beberapa tempat yang menakutkan, diantaranya ialah dugaaan terdapatnya radioaktif di tempat yang didatangi itu.

Saat pelancong bertandang ke satu eks situs pembuatan nuklir sangat mematikan saat masa Perang Dunia I atau Perang Dunia II, umumnya dari mereka cemas jika radiasi residu masih tetap bisa memengaruhi sekitar lingkungan saat beberapa ratus tahun, walau tempat itu diklaim telah ‘dibersihkan’ serta bebas dari radiokatif.

Terdapat beberapa tempat yang begitu menyeramkan serta beresiko ini di muka Bumi ini, yang disiniyalir masih tetap memiliki kandungan radioaktif beresiko.

Tersebut 5 tempat dalam dunia yang dipercaya masih tetap menaruh radioaktif:

1. Fukushima – Jepang

Gempa bumi serta tsunami 2011 ialah tragedi yang merusak rumah serta kehidupan buat beberapa penduduk Indonesia.

Tapi dampak dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima mungkin adalah bahaya yang sangat tahan lama.

Sebab insiden serta konsekuensinya masih tetap berjalan, efek lingkungannya belum juga didapati banyak. Akan tetapi, banyak pakar menyebutkan bila efek nuklir masih tetap membahayakan di lokasi itu.

2. Chernobyl – Ukraina

Kecelakaan nuklir terburuk sempat juga berlangsung di Chernobyl, Ukraina. Chernobyl masih tetap begitu terkontaminasi, lepas dari fakta jika sebagian kecil orang saat ini diizinkan masuk ke daerah itu.

Kecelakaan yang populer itu mengakibatkan lebih dari enam juta orang terkena radiasi.

Kecelakaan itu melepas radiasi 100 kali semakin banyak dibanding bom Nagasaki serta Hiroshima. Belarus menyerap 70 % dari radiasi, serta masyarakat negaranya sudah punyai urusan dengan kanker.

3. The Polygon – Kazakhstan

Sesudah tempat untuk eksperimen senjata nuklir Uni Soviet, daerah ini saat ini jadi sisi dari Kazakhstan moderen.

Situs ini ditujukan buat project bom atom Soviet sebab statusnya “tidak berpenghuni” – lepas dari fakta jika 700.000 orang tinggal di daerah itu. Sarana itu ialah tempat Uni Soviet meledakkan bom nuklir pertamanya serta adalah pemegang rekor untuk tempat dengan konsentrasi ledakan nuklir paling besar dalam dunia: 456 tes saat 40 tahun dari tahun 1949 sampai 1989.

4. Siberian Chemical Combine – Rusia

Siberia ialah rumah buat sarana kimia yang memiliki kandungan lebih dari empat dekade sampah nuklir. Sampah cair disimpan di kolam yang tidak tertutup serta wadah yang tidak dirawat dengan baik.

Menyimpan lebih dari 125.000 ton sampah padat, sesaat penyimpanan bawah tanah punya potensi bocor ke air tanah.

Angin serta hujan sudah sebarkan kerancuan ke satwa liar serta daerah sekelilingnya.

5. New Mexico – Amerika Serikat

Pada tahun 1979, tumpahan uranium di pabrik Church Rock (New Mexico) kirim 1.100 ton tailing tambang uranium (tailing ialah produk sambilan sampah dari penambangan uranium) serta 94 juta galon sampah ke Sungai Puerco, mengakibatkan kerancuan seputar 50 mil ke hilir.

Sampai ini hari, tumpahan Church Rock membuat rusaknya lingkungan yang besar sekali. Radioaktivitas berada di air, hewan, tumbuhan serta, pada akhirnya, populasi Suku Navajo di daerah itu (masyarakat asli Amerika yang tinggal di Amerika Serikat barat daya). Mereka menanggung derita penambahan peluang cacat lahir serta penyakit ginjal.

Dibaca Juga : Satu Hari di Pusat Kursus Vokasional di Atush Xinjiang…

Tragedi itu berlangsung sebab salah satunya bendungan yang meredam kolam pembuangan sampah dari pabrik United Nuclear Corporation, retak. Lalu, korporasi tersebut serta beberapa inspektur federal dari negara sisi mencatat, batu yang dibuat di atasnya tidak konstan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*