4 Orang Hanyut, Tim SAR Lakukan Penyisiran di Sungai Asahan

4 Orang Hanyut, Tim SAR Lakukan Penyisiran di Sungai Asahan
4 Orang Hanyut, Tim SAR Lakukan Penyisiran di Sungai Asahan

kabarpentang – Empat orang mahasiswa dan pelajar hanyut saat mandi di tempat rekreasi di aliran Sungai Asahan di Desa Marjanji Aceh, Aek Songsongan, Asahan Sumut. Sejak kemarin sore hingga hari ini belum diketemukan.

“Sejak kemarin sore warga dan tim SAR melakukan pencarian di hilir sungai, namun hingga pagi ini belum diketemukan,” kata Sekdes Desa Marjanji Aceh.

Sugiono menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (8/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Rombongan mahasiswa ini berasal dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) di Medan yang baru selesai KKN Desa Umbut-umbut, Asahan.

“Usai KKN, ada 14 orang mahasiswa dan warga desa setempat bermain di Bedeng di dusun III. Mereka mandi di aliran sungai Asahan,” katanya.

Saat para mahasiswa mandi di sungai yang selama ini dikenal tempat rekreasi, kata Sugiono, tiba-tiba dua orang hanyut terbawa derasnya air. Kemudian, tiga orang rekannya mencoba untuk menolong dua orang yang hanyut.

“Tiga rekannya tadi yang mencoba menolong malah ikut hanyut. Jadi lima orang awalnya terseret air sungai,” kata

Melihat kejadian itu, warga setempat mencoba menolong. Satu di antara yang hanyut ada seorang pelajar SMP yang ikut dalam rombongan mahasiswa. Pelajar ini ikut dalam rombongan mahasiswa untuk rekreasi ke Bedeng.

“Saat hanyut sekitar 150 meter, warga atas nama Adlin (35) berhasil menyelamatkan satu orang mahasiswa atas nama Fandi Ahmad,” kata Sugiono.

Mereka yang hanyut di sungai yang berbatuan itu adalah, Maya Daulay (21) Maulidia Batubara (21) keduanya asal Tembung, Kab Deli Serdang. Dwihadi Mahendra (21) Sumatera Barat. Satu lagi seorang pelajar SMP Fery (14) asal Desa Umbut-umbut Kab Asahan.

“Tim SAR hari ini sudah tiba di lokasi kejadian. Pihak kepolisian dan TNI juga sudah berada di lokasi,” kata Sekdes Desa Marjanji Aceh.

Menurut Sugiono, tim saat ini sudah berada di lokasi awal hanyutnya mahasiswa dari Universitas Muslim Nusantara (UMN), Medan di Bedeng. Tim SAR datang dengan membawa sejumlah peralatan seperti perahu karet.

“Saat ini tim dibagi dua untuk melakukan penyisiran di aliran sungai Asahan. Sebagian tim menyesir dari hulu, sebagian tim menyisir dari hilir,” kata Sugiono.

Peristiwa hanyutnya mahasiswa dan pelajar ini terjadi Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Rombongan mahasiswa ini ada 14 yang baru usai melaksanakan KKN di Desa Umbut-umbut, Kab Asahan. Mereka datang dengan menggunakan mobil yang didampingi warga desa tempat mereka KKN.

Bedeng, tempat pemandian ini memang lokasi rekreasi paling ramai dikunjungi warga. Aliran sungai Asahan di bagian hulu ini berbatu-batu dengan airnya yang deras.

Mahasiswa mandi di aliran sungai yang diselimuti hutan nan rimbun. Tiba-tiba dua orang hanyut terseret derasnya air. Tiga rekan mahasiswa lainnya mencoba untuk menolong rekannya. Namun ketiganya malah ikut hanyut.

Melihat kondisi itu seorang warga setempat pemandian bernama Adlin (35) mencoba menolong. Sekitar 150 meter mahasiswa sudah terbawa arus, satu di antaranya berhasil diselamatkan.

Kini, tercatat 3 mahasiswa dan satu pelajar SMP masih belum diketemukan. Korban hanyut mahasiswa atas nama Maya Daulay (21), Maulidia (21) asal Tembung, Kab Deli Serdang. Satu mahasiswa lagi atas nama Dwihadi Mahendra (21) asal Sumatera Barat. Satu pelajar SMP atas nama Fery (14) juga ikut hanyut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*