4 Fakta Mengejutkan Korban Tertimpa Masjid Saat Gempa Lombok

4 Fakta Mengejutkan Korban Tertimpa Masjid Saat Gempa Lombok
4 Fakta Mengejutkan Korban Tertimpa Masjid Saat Gempa Lombok

kabarpentang – Proses evakuasi korban gempa yang diduga masih terjebak di dalam reruntuhan Masjid Jabarnur, Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dilakukan.

Menurut Kelana, seorang warga yang berhasil menyelamatkan diri, diperkirakan ada sekitar 30 orang yang masih berada di dalam masjid. Saat itu mereka tengah menunaikan salat isya berjemaah kala gempa terjadi.

Segera alat berat diturunkan untuk menemukan para korban di dalam masjid yang roboh. Sebelumnya, penyelamatan manual dilakukan oleh Tim SAR mengingat sulitnya akses ke lokasi terdampak.

Hingga kini, petugas telah berhasil mengeluarkan tiga jasad dari reruntuhan masjid, sementara satu lainnya selamat.

Namun, belakangan ada sejumlah fakta miris yang berhasil terkuak setelah bangunan masjid diguncang gempa dahsyat.

1. Kubah Masjid Hancur

Kubah Masjid Jabarnur berwarna hijau dan tinggi menjulang luluh lantak seiring kekuatan gempa 7 SR mengguncang Lombok. Kubah masjid terlihat rusak dan hampir terbalik.

Konstruksi rumah ibadah yang indah, kini rata dengan tanah dan hanya tersisa reruntuhan bangunan.

Atap masjid yang tampak tebal tak mampu menahan guncangan gempa Lombok. Atap itu roboh dan menimpa motor yang terparkir di halaman masjid.

2. Saat Salat Isya Berjemaah

Tersiar kabar banyaknya jemaah yang tengah menunaikan salat, Tim SAR gabungan segera bertindak cepat. Alat berat, seperti eskavator diturunkan untuk mengevakuasi korban. Ada tiga saf kala masjid itu ambruk akibat gempa Lombok.

Khairul Yakin, bocah 6 tahun yang berhasil menyelamat diri sebelum bangunan masjid ambruk mengungkapkan, sebelum salat isya, jemaah tengah mendengarkan tausiah usai magrib. Adalah ustaz Sirajuddin dari Kekait, Lombok Utara yang memberi materi.

Menurut Khairul, satu saf ada 45 orang. Totalnya ada dua setengah saf laki-laki. Di barisan jemaah perempuan, dia melihat ada sekitar 80 orang.

Saat gempa datang, Khairul langsung melarikan diri. Namun, dia sempat melihat ada tiga anggota jemaah yang meneruskan salat.

“Jemaah yang lain sudah menyelamatkan diri, termasuk imamnya,” cerita Khairul kepada Times Indonesia.

Para anggota jemaah lari tunggang-langgang ketika rakaat kedua. Saat rukuk, getaran gempa semakin keras. Ketika guncangan pertama, jemaah yang mengisi dua saf setengah masih tenang.

3. Jasad dari Reruntuhan Masjid

Hingga kini jumlah korban jemaah yang tertimbun reruntuhan Masjid Jabarnur masih simpang siur. Petugas masih mencari informasi berapa jumlah orang yang tengah menunaikan salat isya berjemaah.

Hingga Senin sore kemarin, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga orang dalam keadaan meninggal dunia.

Tim Basarnas bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan sejumlah orang yang terjebak di reruntuhan Masjid Jabal Nur di Sesa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati.

Beberapa alat berat diturunkan untuk bisa segera mengevakuasi para korban dari puing-puing bangunan. Sempat Tm gabungan menemui kendala saat mencoba untuk mengangkat beton tebal yang roboh.

Menurut seorang warga yang berhasil lolos, diperkirakan masih ada 30 orang yang berada di dalam.

“Saya tidak bisa menyelamatkan yang lain, karena kita masing-masing menyelamatkan diri. Tadi sudah ada tiga lagi yang dievakuasi,” ujar Haji Kelana.

4. Korban Selamat

Dari reruntuhan masjid, Tim SAR berhasil menemukan satu orang jemaah yang berhasil selamat dari gempa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*