3 Penemuan KPK dalam Kontrol Masalah Suap Direktur Krakatau Steel

kabarpentang– PT Krakatau Steel (KS) adalah perusahaan BUMN yang beroperasi di sektor produksi baja. Tertangkapnya Wisnu Kuncoro sebagai Direktur Produksi serta Penelitian Tehnologi membuat perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten itu jadi sorotan.

Terdaftar, ada enam orang yang sudah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas masalah suap penyediaan barang serta layanan di Krakatau Steel. Dari ke enam orang itu, empat sekarang diputuskan terduga, yakni Wisnu Kuncoro, Kenneth Sutardja, Alexander Muskitta, serta Kurniawan Eddy Tjokro yang sekarang masih tetap buron.

Keempatnya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di dua tempat, yakni Tangerang serta Jakarta, pada Jumat, 22 Maret 2019.

“Jadi, ada pekerjaan team di Jakarta serta Tangerang Selatan persisnya di BSD City. Kami amankan keseluruhan empat orang,” kata Febri Diansyah di gedung KPK :

Dari BSD City, KPK mengamakan Rp 20 juta yang diserahkan Alexander pada Wisnu.

Tersebut fakta-fakta OTT pejabat Krakatau Steel oleh KPK:

1. Penyuap Direktur Krakatau Steel Buron

Dari empat orang yang diputuskan terduga oleh KPK, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi menjadi pihak swasta, sekarang masih tetap buron. Karena itu instansi anti rasuah ini minta Kurniawan selekasnya menyerahkan diri.

Kurniawan adalah penyuap Direktur Produksi serta Penelitian Tehnologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro.

“KPK menyarankan supaya KET (Kurniawan) selekasnya hadir ke Gedung Merah Putih KPK untuk menyerahkan diri,” tutur Saut dalam jumpa wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu.

Lalu, seperti apakah keterkaitan Kurniawan dalam pendapat suap penyediaan barang serta layanan di PT Krakatau Steel (Persero)?

GT (Grup Tjokro) di mana Kurniawan kerja ialah salah satunya perusahaan yang ditunjuk menjadi relasi PT Krakatau Steel serta menyepakati commitmen fee yang diputuskan. Yakni sejumlah 10 % dari nilai kontrak.

“Setelah itu, AMU (Alexander) minta Rp 50 juta pada KSU (Kenneth) dari PT GK serta Rp 100 juta pada KET (Kurniawan) dari PT GT,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

2. Motif Suap Direktur Produksi Krakatau Steel

Selain itu, KPK memahami motif dibalik masalah suap di badan perusahaan yang beroperasi di sektor produksi baja itu. Tersebar berita Direktur Produksi serta Penelitian Tehnologi Wisnu Kuncoro terima suap untuk menolong membiayai pernikahan putrinya yang akan diselenggarakan minggu kedepan.

“Penyidik akan memahami, tentunya sebab ini baru kontrol awal, tapi tentang WNU (Wisnu) akan menikahkan anaknya,” tutur Kepala Sisi (Kabag) Kabar berita serta Publikasi KPK Yayuk Andriati di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Maret 2019.

Karena Wisnu akan menikahkan putrinya minggu kedepan, KPK menanti surat dari pihak keluarga berkaitan keinginan kepentingan untuk hadir acara itu.

“Kami tengah menanti itu serta akan memastikan langkah setelah itu, penyidik akan lihat apa memang dapat memberi izin untuk hadir acara itu ataukah tidak,” papar Yayuk.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan jika ke lima pimpinan KPK akan mengijinkan Wisnu hadir acara itu.

3. Jumlahnya Barang Bukti

Pada kontrol di KPK tersingkap, ada keinginan beberapa uang ke kontraktor dari orang yang bertindak selaku broker project.

Alexander Muskitta, seseorang swasta, minta uang Rp 50 juta pada Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech serta Rp 100 juta ke Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi dari PT Grup Tjokro menjadi relasi Krakatau Steel dalam penyediaan barang serta perlengkapan semasing berharga Rp 24 miliar serta Rp 2,4 miliar.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan, Alexander yang bertindak selaku perwakilan serta atas nama Wisnu Kuncoro menyetujui commitment fee dengan relasi yang di setujui untuk ditunjuk, yaitu sejumlah 10 % dari nilai kontrak.

“Setelah itu, AMU (Alexander) minta Rp 50 juta pada KSU (Kenneth) dari PT GK serta Rp 100 juta pada KET (Kurniawan) dari PT GT,” kata Saut dalam pertemuan wartawan di KPK, Sabtu.

Lalu, pada 20 Maret 2019, Alexander terima cek Rp 50 juta dari Kenneth yang lalu disetorkan ke rekening Alexander. Alexander pun terima uang USD 4 ribu serta Rp 45 juta dalam suatu kedai kopi dari Kurniawan. Uang itu lalu disetorkan ke rekening Alexander.

Dibaca Juga : Kaya Raya sampai Terjatuh, Ini 7 Rekam Jejak Militan Kejam ISIS

Mirisnya, sebagian besar uang masuk ke kantong Alexander. Sang direktur cuma mendapatkan sisi Rp 20 juta. Minimum, dalam penyelidikan sesaat ini.

“Pada tanggal 22 Maret 2019, Rp 20 juta diserahkan oleh AMU (Alexander) ke WNU (Wisnu) di kedai kopi di daerah Bintaro,” kata Saut masalah OTT direktur Krakatau Steel.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*